Hobimu Bisa Buat Kamu

Mendunia

Jangan pernah menganggap remeh hobi atau kegemaranmu. Karena dengan hobi atau kegemaran meskipun sederhana, kita bisa mendunia. Keberhasilan maupun pengalaman-pengalaman baru tak sedikit kita peroleh dari hobi sederhana yang mungkin tak dianggap istimewa. Hobi atau kegemaran kita biasanya bermacam-macam dan biasanya tergantung dari kondisi lingkungan di sekitar kita. Hobi-hobi seperti melukis, menggambar, menulis, bermain catur, bulutangkis, sepakbola dan lain sebagainya. Hobi atau kegemaran kita terkadang kelihatannya sangat sepele namun jika cermati serta kita tekuni dengan sungguh-sungguh maka hobi itu bisa menjadi prestasi kita hingga bisa mendunia. Belum percaya? Coba kita cermati teman-teman kita yang banyak mengukir prestasi lewat hobinya yang sederhana.

Baru-baru ini kita lihat di berbagai media memberitakan tentang kesuksesan seorang anak yang menjuarai berbagai pertandingan catur tingkat nasional hingga tingkat internasional. Masruri namanya, ia adalah seorang siswa sekolah dasar yang baru berumur tujuh tahun. Karena hobinya bermain catur bersama orang tua dan tetangganya ia berhasil masuk menjuarai kejuaraan catur di berbagai tempat yang akhirnya membawanya ke berbagai wilayah dunia seperti Thailand dan Yunani. Bukan hanya itu dari hobinya bermain catur itu, ia dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional sehingga Pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun memberikan penghargaan yang khusus padanya. Orang tua Masruri pun turut bangga atas prestasi anaknya meskipun mereka hanya berkerja sebagai pedagang kaki lima . Nama Masruri yang mengharumkan nama bangsa inipun pasti belum banyak yang mengenalnya. Padahal teladan yang baik dapat kita contoh agar kita menjadi remaja berprestasi yang dapat mengangkat harkat dan derajat bangsa ini di mata dunia.

Bukan hanya Masruri yang patut dijadikan teladan, masih banyak siswa berprestasi lain yang patut kita contoh karena sukses berprestasi dengan hobinya. Hobi menonton televisi seringkali dinilai negatif oleh masyarakat kita. Tidak hanya orang tua, guru, atau bahkan kita sendiri pun menganggap menonton televisi banyak mudaharatnya. Sesungguhnya, jika kita bisa memilah memilih acara-acara televisi yang bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas kita, tentu sangat disarankan. Seperti Rayyan Romi Abdala Mangunkusumo, usianya baru tujuh belas tahun namun ia sudah berangkat ke Negara Jepang bulan Juli. Rayyan yang siswa SMAN 7 Yogyakarta itu menjadi Juara 2 Tingkat Nasional dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh Jappan Foundation di bulan April yang lalu. Keistimewaan Rayyan menguasai bahasa Jepang hingga menjadi juara lomba pidato itu dari tingkat daerah hingga tingkat nasional   bermula dari hobinya menonton televisi, khususnya film-film Jepang. Kegemaran menonton film Jepang dan membaca komik-komik Jepang pun sedikit demi sedikit memupuk kecintaannya pada Anime atau beragam tokoh animasi khas Jepang. Berawal dari kegemarannya menyelami kehidupan tokoh-tokoh fiksi beserta teknologi pembuatan filmnya itu, Rayyan pun mulai bersinggungan dengan bahasa Jepang. Rasa penasaran untuk mengetahui lebih dalam seluk beluk Anime membuatnya belajar bahasa Jepang secara otodidak, secara kebetulan pula ia mendapat pelajaran bahasa Jepang di sekolahnya. Tak hanya sekadar penggunaan bahasa Jepang untuk memuaskan hobinya, Rayyan pun mencoba kemampuannya berbahasa Jepang pada Lomba Pidato Bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh Jappan Foundation beberapa waktu lalu. Rayyan pun menulis sendiri teks pidato  bahasa Jepangnya yang bertemakan tentang peristiwa Gempa Bumi yang terjadi di Yogyakarta 27 Mei 2006 silam dan pengalaman dirinya mengalami peristiwa itu. Hasilnya tidak mengecewaka, Rayyan berhasil meraih juara dari tingkat daerah hingga tingkat nasional. Hal inilah yang membuat Rayyan dapat pergi ke Jepang sekaligus dapat menimba ilmu di Kansai Institute Jepang selama dua minggu di bulan Juli 2007. Kedua contoh teman-teman remaja kita di atas dapat menginspirasi kita semua untuk turut mengukir prestasi di dunia Internasional. Meskipun dalam hidup kita banyak keterbatasan namun sesungguhnya Allah SWT telah memberikan kemampuan lebih dari diri kita. Firman Allah SWT dalam Surat Ar’Rad ayat 11 yang artinya berbunyi :“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali bila kaum itu mengubah apa yang ada pada dirinya sendiri” (QS.Ar’rad : 11).Jika kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan tekun insyaAllah, sekedar hobi pun dapat membuat kita mempunyai prestasi merubah dunia ada di genggaman kita.  Kita pun menjadi orang yang bermanfaat tidak hanya untuk diri kita, namun juga untuk agama kita dan bangsa kita. Karena satu hal yang hendaknya senantiasa menjadi pedoman kita sebagai remaja Islam bahwa kita hidup di dunia hanyalah sementara. Alangkah indahnya jika kita dapat mengukir prestasi di dunia dan lebih baik lagi dalam mengukir prestasi di akherat. Yakinlah, prestasi yang dilandasi iman dan akhlaq yang baik akan membawa kebahagian dan keselamatan kita di dunia maupun di akherat.##