Januari 2010


Buah Sirsak Pembunuh Kanker

Soursop, buah dari pohon Graviola adalah obat pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo. Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini se-rapat2nya, mereka ingin agar dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual kepasar Dunia. Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon Graviola ini. Pohonnya rendah, di Brazil dinamai Graviola, di Spanyol Guanabana bahasa Inggrisnya Soursop. Di Indonesia, ya buah Sirsak.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat,dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,anti jamur(fungi), effektive melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik. Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang2 Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah: (lebih…)

Kemana Regenerasi Bangsa?


Struktur pendidikan untuk regenerasi bangsa di Indonesia sekarang ini banyak sekali menganut konsep pendidikan ala negara-negara Barat. Jangankan hanya aspek pendidikan bahkan seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia mengadopsi pola struktur negara-negara Barat. Jika demikian, maka perlu dipertanyakan akankah Indonesia di masa depan akan dapat hidup mandiri dengan mengadopsi seluruh konsep Barat?

Struktur pendidikan negara-negara Barat yang terlihat sangat bagus dan modern, ternyata kini dapat dilihat akibat yang dtimbulkannya. Pemanasan global kini mulai menjadi ancaman serius bagi dunia. Jika konsep pendidikan ala Barat mengaku sangat mencintai dan dapat bersinergi dengan alam, lalu mengapa kini ada pemanasan global? Generasi hasil didikan konsep pendidikan ala Barat memfokuskan bekerja dengan otak tanpa kontrol dari hati. (lebih…)