REMAJA ISLAM DAN MALAM MINGGU

pacaran

dari blog.galihsatria.com

Malam minggu bagi para remaja zaman sekarang adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya sebagai waktu luang untuk melepaskan penat setelah seminggu bergulat dengan pelajaran, namun bagi sebagian remaja, malam minggu identik dengan tradisi hura-hura dan wakuncar (waktu kunjung pacar). Kegiatan ini mulai marak seiring dengan masuknya budaya barat yang lebih ‘membebaskan’ hubungan antara laki-;laki dan perempuan. Banyak remaja yang memanfaatkan waktu malam minggu atau malam ahad mereka untuk berhura-hura dan juga untuk ,wakuncar’(waktu kunjung pacar). (lebih…)

Iklan

photofunia-2b406

KUNCI MEMPERCEPAT JODOH

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu    dari diri yang satu, dan daripadanya, Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa (2) : 1) (lebih…)

Revitalisasi Hati Nurani

Adiva

Adiva

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhainya: (QS Al-Fajr : 27-28)

Akhir-akhir ini kita sering melihat berita kerusuhan-kerusuhan yang banyak terjadi di berbagai daerah. Kerusuhan yang berbau anarkis tersebut melibatkan remaja hingga orang dewasa. Sebutlah salah satu sebagai contohnya kerusuhan mahasiswa UISI di Sumatera Utara yang mengakibatkan tidak sedikit kerugian baik materi maupun manusia. Aparat penegak hukum yang diharapkan dapat mengamankan situasi ricuh yang rentan terjadi di masyarakat tidak jarang malah ikut bentrok dengan pelaku kerusuhan. Masalah yang menjadi sumber konflik pun sesungguhnya dapat diselesaikan dengan jalan musyarah mufakat. Perdamaian akan terus terjalin apabila antar anggota masyarakat menyadari bahwa sesungguh mereka adalah saudara yaitu sama-sama sebagai hamba Allah SWT. (lebih…)

photofunia-1fbcb

REMAJA ISLAM ANTI KEKERASAN

peace

Oleh : Diana Andriyani P, S.Sos

Pemberitaan media massa akhir-akhir ini yang menyoroti aksi kekerasan di kalangan remaja kembali marak. Setelah beredarnya gambar video handphone yang memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok (geng) remaja putri di Pati Jawa Tengah. Sungguh sangat memprihatinkan, tindak kekerasan di kalangan remaja tidak hanya dilakukan oleh remaja laki-laki namun juga dilakukan oleh remaja perempuan. (lebih…)

photofunia-2ef38BERSIAP MENGHADAPI

KRISIS PANGAN DUNIA

Oleh : Diana Andriyani P

FAO mengakui krisis pangan telah melanda dunia saat ini. Masalah perubahan iklim, bencana alam, dan semakin meningkatnya permintaan bahan pangan sementara stok Negara-negara produsen dan pengekspor bahan pengan semakin sedikit disinyalir menjadi penyebab dunia mengalami krisis pangan. Pemenuhan kebutuhan pangan dunia hingga saat ini masih bisa diusahakan, namun FAO mengatakan takkan ada lagi bahan pangan murah seperti saat sebelum krisis pangan terjadi.Pernyataan dari FAO ini didukung oleh kenyataan saat ini dimana beberapa negara-negara pengekspor bahan pangan tengah mengalami krisis dalam negeri sehingga menghambat peningkatan produksi pangan. (lebih…)

MAHALNYA SEBUAH

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

diana Diana Andriyani P

Beberapa waktu yang lalu, masyarakat kita dihebohkan oleh kasus lagu Rasa Sayange yang diklaim negeri tetangga Malaysia sebagai lagu asli daerahnya. Kasus ini menjadi polemic yang memicu ketegangan dua masyarakat yaitu masyarakat Indonesia dan masyarakat Malaysia. Walaupun secara resmi Pemerintah Malaysia telah memberi klarifikasinya, sampai saat ini “perang dingin” antar dua masyarakat beda negara ini terus berlangsung. (lebih…)

bendera

PEMUDA MANDIRI

Harapan Bangsa

Oleh : Diana Andriyani. P

Usia muda bukan berarti usia tidak bisa untuk mandiri. Justru di usia muda inilah, kesempatan untuk mengembangkan karya dan prestasi masih sangat besar. Namun banyak pemuda sekarang menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Banyak dari mereka sibuk dengan urusan hura-hura dan pesta pora. Padahal mereka adalah tumpuan harapan masa depan bangsa. Maka tidaklah mengherankan jika masa depan suram mengancam bangsa ini. Sedikitnya jumlah pemuda berprestasi dibandingkan dengan jumlah pemuda yang tidak berprestasi, menandakan banyak pemuda yang belum dapat mandiri baik secara mental maupun kedewasaan berpikir. Betapa ironisnya, jika melihat keadaan pemuda sekarang, jika dibandingkan dengan keadaan para pemuda zaman dulu dalam hal kemandirian. Pemuda sekarang sangat kalah jauh dibandingkan dengan pemuda zaman perang kemerdekaan. Padahal segala fasilitas hidup lebih terjamin sekarang dibandingkan dengan keadaan zaman perang kemerdekaan dahulu.Kemandirian para pemuda zaman perang kemerdekaan yang patut diteladani antara lain tegaknya peristiwa Sumpah Pemuda 1928 atas nama cinta pada tanah air. (lebih…)